Fakta Mempesona Dan Cara Budidaya Kerang Mutiara Terlengkap
Budidaya kerang mutiara sebetulnya cukup mudah untuk dijalankan. Mutiara yang dihasilkan oleh kerang memiliki nilai jual tinggi dan tingkat permintaannya senantiasa tinggi. Sehingga budidaya kerang mutiara mampu menjadi bisnis sektor perairan yang menawarkan laba besar bagi pelakunya. Kerang memiliki cangkang yang sungguh keras karena terbentuk dari zat kapur dan yang berasal dari epitel luar. Di dalam cangkang inilah mutiara terbentuk. Mutiara dibentuk dan dilindungi di dalam cangkang yang sangat keras ini sehingga mempunyai bentuk yang indah.
Proses pembentukan mutiara itu sendiri dimulai dari masuknya irritant atau benda padat mirip pasir laut ke dalam cangkang dan mantel kerang, yang lalu dibungkus oleh nacre dan jadilah mutiara dengan nilai irit yang tinggi. Secara alami, proses pembentukan mutiara ini memerlukan waktu selama bertahun-tahun. Adapun jikalau dengan budidaya kerang mutiara, pembentukan mutiara dijalankan dengan proses rekayasa yang mana membutuhkan campur tangan manusia sehingga prosesnya mampu lebih cepat ketimbang secara alami di laut.
Tahapan Budidaya Kerang Mutiara untuk Pemula
Sebelum itu perlu dimengerti terlebih dahulu bahwa membudidayakan kerang mutiara mampu dikerjakan di air maritim maupun air tawar. Namun bila dibandingkan secara mutu, pasti budidaya di air lautlah yang terbaik. Harga mutiara yang dibudidayakan di laut jauh lebih mahal ketimbang budidaya kerang mutiara di air tawar. Lokasi budidaya kerang mutiara air bahari yang paling banyak ditemukan yaitu di Lombok.
Baca Juga: Rahasia Sukses Budidaya Ikan Black Ghost Bagi Pemula
Berikut ialah tahapan budidaya kerang mutiara yang mampu dijadikan anutan bagi pemula.
1. Menyediakan Indukan Berkualitas

Budidaya kerang mutiara diawali dari penyediaan induk. Induk bisa didapatkan dari alam atau dari daerah pembenihan. Meskipun kualitasnya akan lebih anggun kalau diambil dari habitatnya langsung di maritim, akan tetapi induk mesti diaklimatisasi apalagi dulu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya.
2. Perkawinan Kerang
Untuk mampu menghasilkan bayi kerang, nantinya kerang akan mengeluarkan lendir, dan bayi-bayi kerang akan menetas di tempat penetasan atau hatchery. Bayi-bayi kerang itu kemudian akan tumbuh dan meningkat di peternakan kerang tersebut.
3. Dibudidayakan di Laut
Saat bayi-bayi kerang itu sudah memasuki usia 60 hari, saatnya kerang untuk dipindah ke maritim. Dan tunggu sampai usianya 3 tahunan. Lokasi budidaya kerang mutiara ini mesti menyanggupi syarat selaku berikut:
- Bebas dari pencemaran
- Perairannya subur yang mana kaya dengan makanan alami
- Tidak terdapat gelombang ombak besar dan aman dari angin puting-beliung
- Kecerahan cukup tinggi
- Suhu udara 25 hingga 28° C
- Kadar garam air sebesar 30 – 34 ppt
- Dasar perairan berbentukpasir karang
- Kedalaman lokasi idealnya 15 sampai 25 m
Baru di usia inilah pembudidaya telah mampu melaksanakan penanaman nukleus. Namun apalagi dahulu mesti dikerjakan pemilihan dengan diseleksi yang kualitasnya unggul saja. Nantinya kerang yang lolos seleksi inilah yang mau ditanamkan nukleus ketika cangkangnya terbuka.
4. Melakukan Penyayatan
Tahap berikutnya yaitu melakukan penyayatan. Tujuan dari tahapan ini yakni untuk merangsang bikinan nacre. Penyayatan itu sendiri dikerjakan pada badan kerang dengan mengorbankan pecahan kecil mantel dari kerang lainnya dan nukleus untuk melanjutkan penanaman nukleus. Kerang akan terangsang membentuk nacre yang diekskresikan oleh mantel dari kerang mutiara inang atau indukan.
Baca Juga: Rahasia Cara Merawat Ikan Discus biar Sehat Bebas Penyakit
5. Melepaskan Kerang ke Laut

Melepaskan disini maksudnya yaitu dengan dirangkai pada kerangka yang sudah disiapkan sebelumnya. Tujuan melepaskan kerang ke laut ini adalah untuk membiarkan mutiara melaksanakan proses pembentukan mutiara. Biarkan kerangkanya terapung di maritim tapi tetap ikat dengan menggunakan karet apung.
Kerang akan dengan sendirinya membentuk mutiara di dalam cangkang. Yaitu dengan membentuk lapisan-lapisan mutiara secara sedikit demi sedikit. Pembudidaya cukup mengawasi dan memastikan setiap hari utamanya aspek lingkungan mirip suhu air. Nantinya lapisan berpori pada kerang akan membentuk conchiolin di area sekitar nukleus dan nacre yang hendak menghasilkan mutiara dalam kerang.
6. Pemanenan Mutiara Kerang
Tahap terakhir dari budidaya kerang mutiara yakni panen mutiara. Mutiara sudah mampu dipanen tergantung dari ukuran yang dikehendaki oleh pemesan. Biasanya mutiara akan menjadi lebih elok dan berkilau saat animo acuh taacuh. Cara pengambilan mutiaranya harus hati-hati. Supaya kerang mutiara mampu dibudidayakan kembali dan akan terus menghasilkan mutiara yang lebih besar dan indah selama orangnya masih hidup. Yakni dengan memangkas dagingnya secara hati-hati, lalu ambil mutiaranya.
Kenali 8 Fakta Menarik Kerang Mutiara

Selain bisa menjadi peluang bisnis yang menawan, kerang mutiara juga memiliki beberapa fakta mirip berikut ini:
Baca Juga: Langkah-langkah Cara Merawat Iguana Bagi Pemula Lengkap
1. Mutiara merupakan satu-satunya watu permata di dunia yang berasal dari makhluk hidup. Tidak seperti batu permata lain yang terbentuk dari alam, mutiara yang awalnya dianggap selaku telur kerang ini dibuat di dalam cangkang kerang.
2. Umumnya kerang akan mati ketika mutiaranya diekstraksi atau dipanen, namun tidak semuanya sebab ada juga kerang yang tetap hidup setelah mutiaranya diambil. Salah satunya mutiara hasil budidaya yang dipanen dari moluska dan dapat ditanam kembali untuk membentuk mutiara lagi.
3. Mutiara air asin lazimnya diekstraksi dari tiram. Sedangkan mutiara air tawar diekstraksi dari kerang.
4. Bagi yang membudidayakan kerang mutiara, umumnya faktor gagalnya panen yakni berasal dari faktor lingkungan. Seperti tragedi tsunami, polusi air, dan fenomena alam yang lain. Sehingga membudidaya harus dapat memutuskan bahwa lokasi budidayanya cukup kondusif setidaknya sampai masa panen mutiara tiba.
5. Warna mutiara beragam dan berasal dari bagian-unsur dalam kerang itu sendiri. Di antaranya warna emas, putih gading, merah muda, ungu hingga hitam.
6. Tiap satu mutiara dengan mutiara yang lain tidak sama, masing-masing mempunyai keunikan dan ciri khas tersendiri. Tidak ada mutiara yang tepat karena setiap mutiara mempunyai ketidaksempurnaan masing-masing.
7. Kerang penghasil mutiara terbaik ada 5 jenis.
- Yang pertama yaitu Pinctada maxima, yang termasuk dalam kalangan bivalvia dengan dua cangkang yang disebut tangkup. Pinctada Maxima tidak mempunyai granula sehingga cara menerima masakan yaitu dengan disaring, jenis kerang inilah yang banyak dibudidaya alasannya adalah menghasilkan mutiara dalam ukuran diameter besar.
- Yang kedua adalah Pinctada Margaritifera merupakan kerang penghasil mutiara terbaik dan primadona di negara-negara pasifik selatan. Pinctada Margaritifera menciptakan mutiara dari warna cream hingga hitam, yang mana mutiara hitamnya paling digemari dan dicari walaupun diameternya lebih kecil dari Pinctada Maxima.
- Yang ketiga yakni Pinctada Fucata merupakan jenis kerang yang paling banyak dibudidayakan di Jepang. Pinctada fucata memiliki cangkang dengan panjang yang sedikit lebih besar.
- Yang keempat yaitu Pteria Penguin, jarang dibudidayakan dibanding Pinctada fucata selain untuk kelompok tertentu alasannya adalah tidak menciptakan mutiara dalam bentuk bundar.
- Terakhir yaitu kerang mutiara air tawar yang hidup di air tawar dengan cara melekat pada substrat dan menyantap jenis-jenis plankton.
8. Pertanian mutiara budidaya biasanya dirujuk dengan ungkapan perikultur.
Itulah info seputar budidaya kerang mutiara beserta fakta menawan wacana jenis kerang tersebut. Semoga info ini bisa menjadi ide budidaya yang prospektif untuk dilakukan.
Jangan lupa untuk ikuti perkembangan website kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.
Komentar
Posting Komentar